Header Ad

Melepas Penat di D’Star

5 Maret 2017
146 Views

Ini cerita kafe di ujung jembatan. Konon menjadi kafe terkeren di Lhoksukon, Aceh Utara

BANGUNAN dua lantai itu persis berada di ujung jembatan Kota Lhoksukon, Aceh Utara. Seluruh bagian gedung dicat dengan dengan warna gelap. Di samping dinding lampu terlihat temaram. Sedangkan meja dan kursi didisain layaknya bar. Itulah Kafe D’Star Lhoksukon. Disain kafe model ini sedang populer di Aceh. Sebagian besar kafe meniru konsep bar, sehingga terkesan lebih modern.

Siang itu sejumlah warga terlihat santai. Kafe ini bisa disebut tempat kongkow segala usia. Terlihat mahasiswa sibuk berbincang sembari membuka laptop dan berselancar di jagat digital. Sedangkan kaum tua, sibuk berdiskusi sembari mengebulkan asap kretek dari bibirnya.

Pada bagian tengah kafe, seorang barista terlihat sibuk meracik kopi. Aneka kopi dari arabika, latte dan lainnya tersedia. Untuk makanan, kafe ini terbilang lengkap.

Saya mengunjungi dapur kafe yang terletak di bagian depan. Seorang koki sibuk menggoreng daging ayam. Sambal segar juga berada di dapur itu.

“Ini mau buat ayam tangkap, dan ayam penyet,” katanya, Minggu (5/3/2017).

Kafe itu baru dua tahun terakhir berganti nama menjadi D’Star. Sebelumnya, diberi nama Central Kupi. “Karena pemiliknya juga berbeda, maka saya ganti namanya setelah saya miliki kafe ini,” kata Banta Machmud, pemilik D’Star.

Dia menyebutkan, sejauh ini minuman yang paling digemari di kafe itu jus terong belanda, dan jus semangka. Sedangkan makanan yang paling banyak diminati yaitu aneka sop, ayam tangkap dan ayam penyet.

“Kalau sop kami menyediakan sop ayam, daging dan sop butut,” terang Banta.

Dia menyebutkan saban hari dirinya bisa menghabiskan 50 ekor ayam untuk menu ayam penyet dan ayam bakar.”Alhamdulillah ramai. Satu ayam itu dipotong empat, jadi agak besar lah,” katanya.

Sesekali musik terdengar mengalun pelan. Tampaknya Banta sadar benar cara memanjakan pengunjung agar berlama-lama duduk di kafe itu.

“Semoga apa yang kami sajikan, dari rasa, layanan memuaskan pelanggan,” harap Banta. Nah, jika anda melintas jalan nasional Medan-Banda Aceh, singgahlah di kafe ini. Melepas penat sembari menikmati aneka makanan yang tersedia. |MASRIADI SAMBO

You may be interested

Buku Pengantar Jurnalisme Multiplatform Cetak Ulang ke 2
BUKU
0 shares32 views
BUKU
0 shares32 views

Buku Pengantar Jurnalisme Multiplatform Cetak Ulang ke 2

masriadisambo - Des 02, 2018

Buku Pengantar Jurnalisme Multiplatform karya Masriadi Sambo (dosen Ilmu Komunikasi Universitas Malikussaleh dan jurnalis Kompas.com) dan Jafaruddin Yusuf (Jurnalis Harian…

Di Tengah Desing Mesiu 
CATATAN
0 shares21 views
CATATAN
0 shares21 views

Di Tengah Desing Mesiu 

masriadisambo - Nov 09, 2018

  CERPEN : Masriadi Sambo |Republika | 4 November 2018   Kami duduk selonjor di teras rumah, setelah berziarah, ke…

MALANG [2]  Sehari Metik Apel di Kota Batu
TRAVEL
0 shares23 views
TRAVEL
0 shares23 views

MALANG [2] Sehari Metik Apel di Kota Batu

masriadisambo - Okt 25, 2018

Minggu, langit Kota Malang begitu cerah. Jam menunjukan pukul 08.00 WIB, ketika rombongan kami menumpangi bus pariwisata mulai bergerak dari…

Leave a Comment

Your email address will not be published.