Header Ad

Melepas Penat di D’Star

5 Maret 2017
114 Views

Ini cerita kafe di ujung jembatan. Konon menjadi kafe terkeren di Lhoksukon, Aceh Utara

BANGUNAN dua lantai itu persis berada di ujung jembatan Kota Lhoksukon, Aceh Utara. Seluruh bagian gedung dicat dengan dengan warna gelap. Di samping dinding lampu terlihat temaram. Sedangkan meja dan kursi didisain layaknya bar. Itulah Kafe D’Star Lhoksukon. Disain kafe model ini sedang populer di Aceh. Sebagian besar kafe meniru konsep bar, sehingga terkesan lebih modern.

Siang itu sejumlah warga terlihat santai. Kafe ini bisa disebut tempat kongkow segala usia. Terlihat mahasiswa sibuk berbincang sembari membuka laptop dan berselancar di jagat digital. Sedangkan kaum tua, sibuk berdiskusi sembari mengebulkan asap kretek dari bibirnya.

Pada bagian tengah kafe, seorang barista terlihat sibuk meracik kopi. Aneka kopi dari arabika, latte dan lainnya tersedia. Untuk makanan, kafe ini terbilang lengkap.

Saya mengunjungi dapur kafe yang terletak di bagian depan. Seorang koki sibuk menggoreng daging ayam. Sambal segar juga berada di dapur itu.

“Ini mau buat ayam tangkap, dan ayam penyet,” katanya, Minggu (5/3/2017).

Kafe itu baru dua tahun terakhir berganti nama menjadi D’Star. Sebelumnya, diberi nama Central Kupi. “Karena pemiliknya juga berbeda, maka saya ganti namanya setelah saya miliki kafe ini,” kata Banta Machmud, pemilik D’Star.

Dia menyebutkan, sejauh ini minuman yang paling digemari di kafe itu jus terong belanda, dan jus semangka. Sedangkan makanan yang paling banyak diminati yaitu aneka sop, ayam tangkap dan ayam penyet.

“Kalau sop kami menyediakan sop ayam, daging dan sop butut,” terang Banta.

Dia menyebutkan saban hari dirinya bisa menghabiskan 50 ekor ayam untuk menu ayam penyet dan ayam bakar.”Alhamdulillah ramai. Satu ayam itu dipotong empat, jadi agak besar lah,” katanya.

Sesekali musik terdengar mengalun pelan. Tampaknya Banta sadar benar cara memanjakan pengunjung agar berlama-lama duduk di kafe itu.

“Semoga apa yang kami sajikan, dari rasa, layanan memuaskan pelanggan,” harap Banta. Nah, jika anda melintas jalan nasional Medan-Banda Aceh, singgahlah di kafe ini. Melepas penat sembari menikmati aneka makanan yang tersedia. |MASRIADI SAMBO

You may be interested

Senja di Taman Ngieng Jioh
TRAVEL
0 shares24 views
TRAVEL
0 shares24 views

Senja di Taman Ngieng Jioh

masriadisambo - Agu 04, 2018

Senja hampir saja tiba ketika saya mengunjungi Taman Ngieng Jioh, Desa Blang Payang, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Namun, di…

Puspiptek, TIK dan Tertib Administrasi
KOLOM
0 shares18 views
KOLOM
0 shares18 views

Puspiptek, TIK dan Tertib Administrasi

masriadisambo - Jul 30, 2018

Masriadi MASALAH klasik yang dihadapi birokrasi kita dikenal dengan sebutan birokrasi kura-kura. Kalimat itu menggambarkan begitu lambannya proses birokrasi pemerintahan…

Buku Baru, Jurnalisme Multiplatform
BUKU
0 shares175 views
BUKU
0 shares175 views

Buku Baru, Jurnalisme Multiplatform

masriadisambo - Mar 08, 2018

DUA jurnalis asal Aceh, Jafaruddin Yusuf (Harian Serambi Indonesia) dan Masriadi Sambo (Kompas.com) yang juga dosen Ilmu Komunikasi, Universitas Malikussaleh,…

Leave a Comment

Your email address will not be published.