Header Ad

Sisi Romantis Pantai Lancok…

8 September 2018
33 Views

JEJERAN pondok dengan rerimbun pohon terlihat kecil dari kejauhan di Pantai Lancok, Desa Lancok, Kecamatan Syamtalira Bayu, Kabupaten Aceh Utara, Sabtu (8/9/2018).

Tahun lalu, pedagang dan masyarakat lokal tak seramai sekarang membuka warung dan pondok di bibir pantai yang menghadap Selat Malaka itu. Masing-masing pemilik warung pun semakin kreatif menyiapkan lokasi agar menjadi tempat persinggahan wisatawan.

Pondok-pondok baru bermunculan seiring meningkatnya minat wisatawan mengunjungi pantai itu. Sebagian pondok bahkan menata taman, agar pengunjung betah berlama-lama. Sebagian lagi mengandalkan pondok bibir pantai dengan debur ombak yang menghantam pelan.

Ya, begitulah sisi romantis obyek wisata paling diminati akhir-akhir ini oleh wisatawan lokal. Untuk menuju ke sana, gunakanlah jalan nasional Medan-Banda Aceh, setiba di Lapangan Sepak Bola, Keudee Bayu, Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara, berbeloklah ke kiri. Ikuti jalan di samping lapangan tersebut hingga ujung.

Sepanjang kiri-kanan jalan akan terlihat hamparan tambak petani dan gubuk produksi garam tradisional. Dua obyek ini juga bisa dijadikan wisata tersendiri. “Masing-masing pemilik pondok semakin kreatif menarik minat wisatawan. Ada yang menghias taman, ada pula yang membuat tempat duduk senyaman mungkin,” kata Azmi, seorang pemilik warung yang baru buka tiga bulan terakhir.

Pantai itu mulai ramai dikunjungi sejak pukul 10.00 WIB hingga sore hari. Penerapan syariat Islam membuat pantai itu disepakati tutup hingga sore hari. Ketika langit mulai memerah dan matahari mulai kembali ke peraduan, maka, pengunjung tanpa perlu dikomando langsung meninggalkan bibir pantai.

“Sore hari lebih didominasi pegawai yang pulang kerja dan para mahasiswa,” kata Azmi.

Sementara itu, tokoh pemuda Syamtalira Bayu, Muammar menyebutkan kawasan pantai itu dikunjungi wisatawan dari Kabupaten Aceh Utara, Bener Meriah, Aceh Timur, dan Bireuen. Bahkan, pejabat kementerian yang sedang berkunjung ke daerah itu pun pasti singgah ke kawasan tersebut.

Keindahan obyek wisata itu sambung Muammar seharusnya dipromosikan lebih masif oleh pemerintah. Sehingga, kawasan itu menjadi destinasi wajib bagi pelancok dalam dan luar negeri.

Untuk itu, dia berharap pembenahan infrastruktur wisata patut dilakukan. “Misalnya jalan diperlebar, sarana mandi cuci kakus juga disiapkan. Sekarang masih masing-masing milik warga yang membuka warung,” terangnya.

Bukan hanya soal keindahan, di pantai itu juga tersedia mie kepiting, udang dan tiram yang rasanya sungguh nikmat. Di sinilah tempat memanjakan lidah. Sehingga, sensasi romantisme pantai berbalut dengan kelezatan membuat obyek wisata itu paripurna. Selamat berkunjung. |MASRIADI SAMBO

You may be interested

Buku Pengantar Jurnalisme Multiplatform Cetak Ulang ke 2
BUKU
0 shares31 views
BUKU
0 shares31 views

Buku Pengantar Jurnalisme Multiplatform Cetak Ulang ke 2

masriadisambo - Des 02, 2018

Buku Pengantar Jurnalisme Multiplatform karya Masriadi Sambo (dosen Ilmu Komunikasi Universitas Malikussaleh dan jurnalis Kompas.com) dan Jafaruddin Yusuf (Jurnalis Harian…

Di Tengah Desing Mesiu 
CATATAN
0 shares21 views
CATATAN
0 shares21 views

Di Tengah Desing Mesiu 

masriadisambo - Nov 09, 2018

  CERPEN : Masriadi Sambo |Republika | 4 November 2018   Kami duduk selonjor di teras rumah, setelah berziarah, ke…

MALANG [2]  Sehari Metik Apel di Kota Batu
TRAVEL
0 shares23 views
TRAVEL
0 shares23 views

MALANG [2] Sehari Metik Apel di Kota Batu

masriadisambo - Okt 25, 2018

Minggu, langit Kota Malang begitu cerah. Jam menunjukan pukul 08.00 WIB, ketika rombongan kami menumpangi bus pariwisata mulai bergerak dari…

Leave a Comment

Your email address will not be published.