Header Ad

Sudut Lain Pantai Ujong Blang Nan Semakin Berwarna

12 Februari 2017
261 Views

PULUHAN kaum muda-mudi, tua dan muda, plus mereka yang berkeluarga duduk santai di pantai “warna-warni”, Minggu (12/2/2017). Tiga bulan terakhir, pantai ini disebut warna-warni. Nama sebenarnya Pantai Ujong Blang, merujuk nama desa di Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, lokasi pantai itu.

Salah satu sudut pantai itu berubah tiga bulan terakhir. Pemilik warung menyulapnya, dengan membuat tenda, kain itu aneka warna. Lengkap dengan tulisan I Love U. Sekitar sepuluh pondok di sana berubah warna. Ada juga tempat ayunan, tempat foto bersama, serta aneka tokoh kartun seperti Sincan dan lainnya.

Pondok Rujak Putri Bungsu menjadi pelopor mengubah tampilan warung rujak sepanjang pantai itu. Jamin, akrab disapa Wak Min, sang pemilik warung pun kini merasakan perubahan jumlah pengunjung.

“Sejak dirubah begini, ramai sekali yang datang. Dulu, hanya puluhan orang jika hari libur, jika hari biasa malah hanya satu atau dua orang saja,” sebut Linda, pekerja di Pondok Rujak Putri Bungsu.

 

Dia menyebutkan, pondok rujak itu buka sejak pukul 10.00 WIB dan tutup menjelang magrib. Pemilik pondok masih bersedia menunggu pengunjung menikmati matahari senja. Tak jauh dari lokasi, kapal tangker distribusi minyak milik Pertamina menjadi pemandangan tersendiri.

“Semakin sore, pengunjung semakin ramai,” kata Linda.

Untuk penganan, di sini hanya tersedia rujak, minuman kaleng, kelapa muda, plus mie Aceh dan mie instan. Jika Anda belum makan siang, ada baiknya membawa nasi dan aneka hidangan lainnya ke lokasi itu.

“Karena di sini tidak disediakan nasi,” sebut Linda sambil tersenyum. Untuk penganan rujak dan kelapa muda, pengunjung hanya merogoh kocek masing-masing senilai Rp 10.000. Tentu ditambah biaya parkir kendaraan sebesar Rp 5.000 untuk roda empat dan Rp 2.000 untuk roda dua.

Salah seorang pengunjung, Umi Arza, menyebutkan lokasi itu paling cocok untuk mereka yang suka berswafoto. “ Foto jadi lebih bagus, karena latar belakangnya keren,” kata Umi.

Dia menyebutkan, baru hari itu datang ke lokasi tersebut, membawa dua putranya. Itu pun setelah lokasi itu menjadi heboh di media sosial. “Tempatnya menarik, sayangnya pantainya kurang bersih. Ada baiknya, pemerintah turun tangan membersihkannya, selain pengunjung dan pemilik pondok tentunya,” pungkas Umi Arza. |MASRIADI SAMBO

You may be interested

Buku Pengantar Jurnalisme Multiplatform Cetak Ulang ke 2
BUKU
0 shares31 views
BUKU
0 shares31 views

Buku Pengantar Jurnalisme Multiplatform Cetak Ulang ke 2

masriadisambo - Des 02, 2018

Buku Pengantar Jurnalisme Multiplatform karya Masriadi Sambo (dosen Ilmu Komunikasi Universitas Malikussaleh dan jurnalis Kompas.com) dan Jafaruddin Yusuf (Jurnalis Harian…

Di Tengah Desing Mesiu 
CATATAN
0 shares21 views
CATATAN
0 shares21 views

Di Tengah Desing Mesiu 

masriadisambo - Nov 09, 2018

  CERPEN : Masriadi Sambo |Republika | 4 November 2018   Kami duduk selonjor di teras rumah, setelah berziarah, ke…

MALANG [2]  Sehari Metik Apel di Kota Batu
TRAVEL
0 shares23 views
TRAVEL
0 shares23 views

MALANG [2] Sehari Metik Apel di Kota Batu

masriadisambo - Okt 25, 2018

Minggu, langit Kota Malang begitu cerah. Jam menunjukan pukul 08.00 WIB, ketika rombongan kami menumpangi bus pariwisata mulai bergerak dari…

Leave a Comment

Your email address will not be published.