Header Ad

Sudut Lain Pantai Ujong Blang Nan Semakin Berwarna

12 Februari 2017
164 Views

PULUHAN kaum muda-mudi, tua dan muda, plus mereka yang berkeluarga duduk santai di pantai “warna-warni”, Minggu (12/2/2017). Tiga bulan terakhir, pantai ini disebut warna-warni. Nama sebenarnya Pantai Ujong Blang, merujuk nama desa di Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, lokasi pantai itu.

Salah satu sudut pantai itu berubah tiga bulan terakhir. Pemilik warung menyulapnya, dengan membuat tenda, kain itu aneka warna. Lengkap dengan tulisan I Love U. Sekitar sepuluh pondok di sana berubah warna. Ada juga tempat ayunan, tempat foto bersama, serta aneka tokoh kartun seperti Sincan dan lainnya.

Pondok Rujak Putri Bungsu menjadi pelopor mengubah tampilan warung rujak sepanjang pantai itu. Jamin, akrab disapa Wak Min, sang pemilik warung pun kini merasakan perubahan jumlah pengunjung.

“Sejak dirubah begini, ramai sekali yang datang. Dulu, hanya puluhan orang jika hari libur, jika hari biasa malah hanya satu atau dua orang saja,” sebut Linda, pekerja di Pondok Rujak Putri Bungsu.

 

Dia menyebutkan, pondok rujak itu buka sejak pukul 10.00 WIB dan tutup menjelang magrib. Pemilik pondok masih bersedia menunggu pengunjung menikmati matahari senja. Tak jauh dari lokasi, kapal tangker distribusi minyak milik Pertamina menjadi pemandangan tersendiri.

“Semakin sore, pengunjung semakin ramai,” kata Linda.

Untuk penganan, di sini hanya tersedia rujak, minuman kaleng, kelapa muda, plus mie Aceh dan mie instan. Jika Anda belum makan siang, ada baiknya membawa nasi dan aneka hidangan lainnya ke lokasi itu.

“Karena di sini tidak disediakan nasi,” sebut Linda sambil tersenyum. Untuk penganan rujak dan kelapa muda, pengunjung hanya merogoh kocek masing-masing senilai Rp 10.000. Tentu ditambah biaya parkir kendaraan sebesar Rp 5.000 untuk roda empat dan Rp 2.000 untuk roda dua.

Salah seorang pengunjung, Umi Arza, menyebutkan lokasi itu paling cocok untuk mereka yang suka berswafoto. “ Foto jadi lebih bagus, karena latar belakangnya keren,” kata Umi.

Dia menyebutkan, baru hari itu datang ke lokasi tersebut, membawa dua putranya. Itu pun setelah lokasi itu menjadi heboh di media sosial. “Tempatnya menarik, sayangnya pantainya kurang bersih. Ada baiknya, pemerintah turun tangan membersihkannya, selain pengunjung dan pemilik pondok tentunya,” pungkas Umi Arza. |MASRIADI SAMBO

You may be interested

Senja di Taman Ngieng Jioh
TRAVEL
0 shares24 views
TRAVEL
0 shares24 views

Senja di Taman Ngieng Jioh

masriadisambo - Agu 04, 2018

Senja hampir saja tiba ketika saya mengunjungi Taman Ngieng Jioh, Desa Blang Payang, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Namun, di…

Puspiptek, TIK dan Tertib Administrasi
KOLOM
0 shares18 views
KOLOM
0 shares18 views

Puspiptek, TIK dan Tertib Administrasi

masriadisambo - Jul 30, 2018

Masriadi MASALAH klasik yang dihadapi birokrasi kita dikenal dengan sebutan birokrasi kura-kura. Kalimat itu menggambarkan begitu lambannya proses birokrasi pemerintahan…

Buku Baru, Jurnalisme Multiplatform
BUKU
0 shares175 views
BUKU
0 shares175 views

Buku Baru, Jurnalisme Multiplatform

masriadisambo - Mar 08, 2018

DUA jurnalis asal Aceh, Jafaruddin Yusuf (Harian Serambi Indonesia) dan Masriadi Sambo (Kompas.com) yang juga dosen Ilmu Komunikasi, Universitas Malikussaleh,…

Leave a Comment

Your email address will not be published.