Header Ad

Bang Baka dan Cerita Mie Caluek yang Tersohor Itu ….

3 Februari 2017
160 Views

Bang Baka, dengan segala kelincahan tangannya memanjakan lidah para pengunjung. Terletak di Blang Padang, Banda Aceh, mie calueknya semakin diminati. Bertahan sejak enam tahun lalu hingga kini.

 

ABU Bakar akrab disapa Bang Baka, pemilik warung mie caluek Bang Baka, di kawasan Blang Padang, Banda Aceh terlihat mengamani putranya sedang memasak mie caluek, Selasa (31/1/2017).

Sang putra bernama Putra ini cekatan memasak mie. Dia mengoyang sendok di kuali besar dengan api yang membesar di tungku. Tanganya bergoyang ke kiri-kanan kuali.

Mie caluek merupakan bahasa Aceh, jika diterjemah maka artinya mie yang disendok. Tak jelas mengapa sebutan itu diberikan tempo dulu. Namun, mie ini merupakan mie lidi yang digoreng serta dimakan dengan menggunakan sambal cabai merah. Ada juga yang menggunakan bumbu pecal.

Buka sejak pukul 12.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB, warung yang berada di pojokan Blang Padang Kafe itu siap melayani pembeli. Berbagai profesi menyemut membeli mie itu. Dari pegawai negeri hingga karyawan swasta.

“Sehari saya bisa masak sampai 30 kilogram,” kata Putra diaminkan Bang Baka.

Warung itu dibuka sejak enam tahun lalu. Saat itu masih menyempil di pinggir jalan Blang Padang, Banda Aceh. Baru dua tahun terakhir dia membuka warung bersama Blang Padang Kafe. Soal harga, jangan khawatir, Bang Baka hanya mematok RP 7.000 per piring.

“Banyak juga keluarga yang beli dibungkus untuk dibawa pulang ke rumah,” kata Bang Baka.

Salah seorang pembeli, Teuku Fakhrizal menyebutkan rasa mie caluek itu nikmat. “Pedasnya pas, mienya juga enak,” kata Fakhrizal. Nah, jika anda berada di ibukota Provinsi Aceh itu, silakan menikmati mie caluek, sembari ngobrol dan menegak segelas kopi arabica. Selamat mencoba. |MASRIADI SAMBO

 

You may be interested

Buku Pengantar Jurnalisme Multiplatform Cetak Ulang ke 2
BUKU
0 shares31 views
BUKU
0 shares31 views

Buku Pengantar Jurnalisme Multiplatform Cetak Ulang ke 2

masriadisambo - Des 02, 2018

Buku Pengantar Jurnalisme Multiplatform karya Masriadi Sambo (dosen Ilmu Komunikasi Universitas Malikussaleh dan jurnalis Kompas.com) dan Jafaruddin Yusuf (Jurnalis Harian…

Di Tengah Desing Mesiu 
CATATAN
0 shares20 views
CATATAN
0 shares20 views

Di Tengah Desing Mesiu 

masriadisambo - Nov 09, 2018

  CERPEN : Masriadi Sambo |Republika | 4 November 2018   Kami duduk selonjor di teras rumah, setelah berziarah, ke…

MALANG [2]  Sehari Metik Apel di Kota Batu
TRAVEL
0 shares22 views
TRAVEL
0 shares22 views

MALANG [2] Sehari Metik Apel di Kota Batu

masriadisambo - Okt 25, 2018

Minggu, langit Kota Malang begitu cerah. Jam menunjukan pukul 08.00 WIB, ketika rombongan kami menumpangi bus pariwisata mulai bergerak dari…

Leave a Comment

Your email address will not be published.