Header Ad

Tiba di Langsa, Saatnya Menikmati Ikan …

16 Maret 2017
119 Views

MALAM baru saja turun ketika kami tiba di Kota Langsa, Aceh, Jumat (10/3/2017). Jalan Ahmad Yani tampak padat. Akhir pekan, lintas nasional yang menghubungkan Aceh dan Sumatera Utara itu memang selalu ramai.

“Silakan duduku,” kata seorang pria, pelayan di kafe itu. Suasana di kafe itu bernuansa pink, dengan lampu agak temaram. Sehingga, pendar lampu menimbulkan suasana redup ketika menimpa dinding dicat pink dan abu-abu.

Di sisi lain, letak meja dibuat senyaman suasana rumah. Sofa berjejer di sudut kiri. Sedangkan di sisi kanan diletakan meja panjang untuk mereka yang berkeluarga. Sedangkan bagian depan hanya meja-meja ukuran kecil, cukup untuk berdua atau berempat.

Bangunan rumah dan toko (Ruko) tiga pintu dan dua lantai itulah Keysa Kafe dan Karoke berada.

Dua pintu Ruko umumnya ditempati oleh kaum tua, sedangkan remaja memilih duduk di satu pintu Ruko.

“Kalau mau karoke ada di lantai dua,” sebut pelayan wanita sembari melatakan minuman di meja kami.

Pemilik kafe yang duduk di meja kasir persis di pojok ruangan, Keysa. Dia mengaku baru setahun terakhir membuka kafe itu.

“Di sini, aneka ikan yang menjadi menu favorit. Semua ikan dengan ragam masakannya,” katanya bangga sambil tersenyum.

Di sampingnya, sang adik duduk serius menerima pembayaran dari para pengunjung.

Lalu, pesanan yang telah ditunggu pun tiba. Ikan bawal sambal cabai hijau yang tersohor di kafe itu pun tersaji di meja. Sambal cabai rawit yang digoreng bersama ikan sungguh terasa pas di lidah.

Gurih dan pedasnya sungguh terasa. Berbeda dengan warung lainnya, kafe ini membuat sambal cabai hijau dengan cara cabai rawitnya diblender tidak terlalu halus. Sehingga bulir cabai yang pecah masih terlihat jelas. Jika di warung lainnya, cabai hijau yang digunakan biasanya cabai hijau besar dengan cara dibelah dua lalu digoreng bersama ikan.

“Ikan asam manisnya juga enak, mau dicoba,” kata pelayan lagi.

Penganan lain yang nikmat yaitu, udang goreng tepung, dipadu padan dengan cah kangkung, maka lengkaplah menu makan sungguh nikmat di kafe itu.

Soal harga, jangan khawatir. Kafe ini hanya membandrol Rp 12.000 per ons ikan. Ikan terkecil hanya seberat empat ons. Jadi, harga masih terbilang pas di dompet.

Jus segar juga terbilang murah, hanya 10.000-12.000 per gelas. Sembari makan, maka alunan musik klasik Kenny G mengalun pelan. Sehingga, sembari berbicara pun musik itu masih bisa dinikmati.

Nah, Anda ingin berbincang sembari menikmati aneka masakan ikan yang lezat. Tampaknya, Keysa ini bisa dijadikan pilihan. Silakan mencoba. |MASRIADI SAMBO

You may be interested

Buku Baru, Jurnalisme Multiplatform
BUKU
0 shares150 views
BUKU
0 shares150 views

Buku Baru, Jurnalisme Multiplatform

masriadisambo - Mar 08, 2018

DUA jurnalis asal Aceh, Jafaruddin Yusuf (Harian Serambi Indonesia) dan Masriadi Sambo (Kompas.com) yang juga dosen Ilmu Komunikasi, Universitas Malikussaleh,…

PR Pembangunan Aceh Utara
KOLOM
0 shares31 views
KOLOM
0 shares31 views

PR Pembangunan Aceh Utara

masriadisambo - Mar 08, 2018

Masriadi Sambo Dosen Ilmu Komunikasi, Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh Utara.   ESTAFET kepemimpinan di Kabupaten Aceh Utara resmi dilanjutkan oleh…

Relasi Tiga Penyokong Pendidikan
KOLOM
0 shares71 views
KOLOM
0 shares71 views

Relasi Tiga Penyokong Pendidikan

masriadisambo - Mar 07, 2018

@masriadi MURID TK Bunda berfoto bersama dengan para guru dan kepala sekolah. SATU hari saya menerima undangan dari Taman Kanak-kanak…

Leave a Comment

Your email address will not be published.