Header Ad

Cinta Itu Penuh Maaf…

24 Februari 2017
2 Shares 405 Views

Judul        : Cinta yang Hilang
Penulis        : Masriadi Sambo
Tebal        : iv + 190 halaman
Ukuran        : 13,5 cm × 19 cm
Penerbit        : Kakilangit Kencana
Terbit        : Jakarta, Cetakan Pertama 2015
Kategori Buku        : Novel
I S B N         : 978-602-8856-50-7

PERTEMUAN Andy dan Rosi berawal saat keduanya duduk di bangku SMA. Mereka pun menjalani hubungan jarak jauh. Saban Sabtu malam, Andy menelepon Rosi, utnuk melepas rindu di relung kalbu. Setamat SMA, keduanya sepakat melanjutkan pendidikan ke universitas yang sama.

Rodi acuh. Seakan mereka saling tak mengenal, setelah mengetahui siapa Andy. Rosi melupakan cinta remaja yang  pernah terbina. Waktu pun berputar. Andy sambil kuliah bekerja di suaru lembaga swasta asing. Dia memiliki penghasilan lumayan. Cukup memenuhi kebutuhan hidup; sebagiannya ditabung.

Rosi pun mulai mendekatkan diri kepada Andy, setelah mengetahui Andy berubah penghidupannya. Berpakaian cukup lumayan baik dan keren. Andy yang merasa pernah dicampakkan begitu saja, Andy pun balas dendam. Andy pura-pura mencintai kembali Rosi.

Setelah mengetahui kalau Rosi tak memiliki “mahkota” yang dibanggakan kaum hawa, dia pun pergi bagai angin lalu. Hilang tanpa jejak.

Andy si rabut ikal pun, menikahi Anita. Perlakukan Anita tak seindah yang dibayangkan ketika sebelum menikah. Andy mengerjakan seluruh pekerjaan rumah tangga. Dari mencuci pakaian, curi piring, hingga menyeterika pakaian.

Stelah putra pertama lahir, Madewa, sikap cuek Anita semakin menjadi jadi. Anita enggan mengurusi rumah tangga. Bagi Andy, mempertahankan rumah tangga itu, suatu keharusan. Janji suci pernikahan harus terlaksana, hingga napas berakhir serta haram bercerai. Pernikaha itu merupaan ikatan sakral yang harus dipertahankan dan dijaga sampai mati.

Entah sengaja atau kebetulan Rosi mengirimkan SMS mesra kepada Andy di suatu malam da terbaca oleh Anita. Anita pun lari ke Jakarta dari Aceh mengunjungi orangtuanya. Tak lama atas anjuran semua teman-teman A ndy dia berangkat ke Jakarta menjemput Anita.

Ayah Anita memperlakukannya seperti bukan manusia. Tidur di lantai semen dekat garasi mobil dengan alas tikar tanpa selimut. Akhirnya Andy harus pulang ke Aceh hampa tangan. Anit tak bisa berbuat apa-apa karena titah ayahnya melebihi titah seorang raja. Ketika Rosi menelepon Anita menjelaskan segalanya, Anita tetap tak mau kembali ke rumah suaminya di Aceh.

Pertemuan dengan Rosi diam-diam terjadi di pantai indah di Aceh. Cerita berjalan demikian indah dalam jalinan penulisnya Masriadi Sambo, sang dosen di Universitas Malikussaleh Aceh.

Novel perdananya adalah Cinta Kala Perang yang juga diungkap dengan manis olehnya. Sebagai dosen dan mantan mahasiswa Komunikasi dan pernah bergelut di dunia jurnalis, Masriadi menata kalimatnya dengan baik. Kalimat yang pendek-pendek, enak dibaca dan mampou mengeluas hati setiap pembacanya.

Di satu sisi, Masriadi seperti menjatuhkan harkat dan martabat seorang laki-laki, namun sekaligus juga mengangkat setinggi-tingginya. Betapa tidak?

Sebagai laki-laki berpenghasilan baik tetap harus mengerjakan pekerjaan yang seharusnya dilakoni oleh isteri. Seperti menyuci piring, pakaian dan menyetrika pakaian. Bahkan juga terkadang menanak nasi, karena Anita sang isteri tak bisa melakukan pekerjaan itu.

Di sisi lain, penulis novel yang juga melahirkan beberapa buah buku dan melahirkan banyak cerpen, puisi, mengangkat harkat laki-laki. Bagi sang tokoh Andy pernikahan itu adalah suci. Haram untuk bercerai. Pernikahan yang sakral itu harus dipertahankan dengan segala ketulusan.

Setelah Andy ditinggalkan oleh Rosi dan berpidah kepelukan laki-laki lain yang kaya, akhirnya dimaafkan jua. Rosi sudah menyesali semua tindakannya yang selama ini mengerdilkan Andy. Setelah “mahkota” berharga bagi setiap wanita terenggut Rosi menyesal.

Hanya laki-laki yang bijak dan mau mengampuni adalah laki-laki berpikiran jernih. TGiada gading yang tak retak, demikian mungkin yang ingin disampaikan oleh penulis novel ini kepada pembacanya. Justru retak gading membawa keindahan tersendiri. Tiada manhusia yang tak salah atau khilaf, justru kesadaran yang tulus akan membawa keindahan tersendiri pula.

Tak semua laki-laki harus menikahi perempuan yang masih  virgin. Jika menikah denga perempuan virgin, apakah sudah adpat dijamin akan bahagia? Cotohnya Andy dan Anita. Bukankah kesalahan itu bisa diperbiki, seperti Rosi yanbg mau memperbaiki hidupnya dengan mengakui segala kesalahannya dengan tulus?

Masriadi Sambo juga ingin menyampaikan pesan kepada pembacanya laki-laki dan perempuan. Hai laki-laki, kalau memang perempuan itu mengakui terus terang dan tulus akan kekhilafannya bahkan kesalahannya, maka kesucian hatinya adalh murni. Dialah perempuan yang pantas untuk dinikahi. Untuk itu, Masriadi Sambo mungkin ingin menyampaikan kepada perempuan, jangan berkecil hati, atas kehilangan viginitasmu. Karean hatimu yang suci lebih berharga dari segalanya. Persembahkanlah kesucian hatimu pada suamimu.

Sebaiknya, janga jugalah virginitasmu bersama kesucian hatimu untuk kau persembahkan kelak kepada sang suami. Pesan-pesan moral secara ambigu inilah sebenarnya yang tersirat dari novel yang manis dan indah ini.

Remaja, mahasia dan pemuda, rasanya rugi jika tak membaca novel ini dan mengambil sarinya sebagai pesan indah dari penulisnya.

RIS PASHA | HARIAN ANALISA

You may be interested

Buku Baru, Jurnalisme Multiplatform
BUKU
0 shares150 views
BUKU
0 shares150 views

Buku Baru, Jurnalisme Multiplatform

masriadisambo - Mar 08, 2018

DUA jurnalis asal Aceh, Jafaruddin Yusuf (Harian Serambi Indonesia) dan Masriadi Sambo (Kompas.com) yang juga dosen Ilmu Komunikasi, Universitas Malikussaleh,…

PR Pembangunan Aceh Utara
KOLOM
0 shares31 views
KOLOM
0 shares31 views

PR Pembangunan Aceh Utara

masriadisambo - Mar 08, 2018

Masriadi Sambo Dosen Ilmu Komunikasi, Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh Utara.   ESTAFET kepemimpinan di Kabupaten Aceh Utara resmi dilanjutkan oleh…

Relasi Tiga Penyokong Pendidikan
KOLOM
0 shares71 views
KOLOM
0 shares71 views

Relasi Tiga Penyokong Pendidikan

masriadisambo - Mar 07, 2018

@masriadi MURID TK Bunda berfoto bersama dengan para guru dan kepala sekolah. SATU hari saya menerima undangan dari Taman Kanak-kanak…

Leave a Comment

Your email address will not be published.