Header Ad

Saya, 2017 dan 2018

30 Desember 2017
69 Views

TAHUN 2017, segera berkahir. Saban hari, saya menjalankan rutinitas, mulai menulis berita, menulis artikel, dan lain sebagainya. Sekali waktu saya juga menulis draf buku. Namun, tahun ini, saya hanya sesekali menulis cerita pendek.

Saya menyebutnya, menulis itu ibarat latihan lari. Saya berlatih lari-lari kecil, lalu pelan-pelan mencoba maraton, seterusnya estafet dan lari sekuat mungkin dan sejauh mungkin. Sejauh mungkin ini saya tamsilkan menulis buku.

Tahun ini, kami berniat merampungkan menulis buku Pengantar Jurnalisme Multiplatform bersama Jafaruddin Yusuf (@jaff), Kepala Biro Harian Serambi Indonesia, Lhokseumawe. Alhamdulillah, naskah itu rampung dan menemukan jodohnya dengan Penerbit Prenada Media Group, Jakarta. Diterbitkan akhir tahun ini dan saya berencana menggelar diskusi buku ini di awal Februari 2018 nanti. Silakan tunggu ya, kita berdiskusi di forum itu.

Di sela waktu lain, saya menulis draf buku Media Relations, kajian ini gabungan dari sudut pandang praktisi dan akademisi. Saya meminta Ketua Dewan Pers, RI, Stanley Adi Prasetyo menuliskan kata pengantarnya. Naskah ini berjodoh dengan penerbit yang sama. Namun, diterbitkan awal tahun 2018.

Satu lagi, ini naskah tahun 2016 sebenarnya. Namun baru rampung 2017, maklum ini soal pendanaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Judulnya peran media era revolusi kemerdekaan RI di Aceh. Sudah rampung dan sudah cetak. Honorarium buku ini saya gunakan untuk membuat fondasi rumah.

Maklum, rumah itu dibangun dengan sistem tahun jamak (multi years). Bahasa lain, karena saya tak punya cukup uang membangunnya. Sebagian lainnya uang digunakan bersumber dari stem dollar dalam platform steemit.com.

Kajian ini dari sudut pandang sejarah. Saya bukan sejarawan. Ketika bertemu dengan 20 penulis lainnya mayoritas profesor dan doktor di forum Kemendikbud RI, tentu saya mendapat pelajaran banyak hal. Mereka profesor dan doktor senior yang mengkaji sejarah bangsa ini. Saya bagai ketemu ibu dan ayah, berdiskusi dengan sejarawan top negeri ini.

Tahun ini segera berakhir. Saya bersyukur atas capaian yang saya raih. Apalagi, kebahagiaan itu semakin lengkap ketika saya ditemani dua lajang, dua putra saya. Kami menyebut diri sebagai tiga pria lorong buntu.

Kami menggunakan hari lajang. Membuat hari itu khusus hanya kami bertiga. Tanpa ikut istri.

Hidup tentu tak semudah berkata-kata bijak. Saya juga mengalaminya. Bahkan di tahun 2017 ini juga saya beberapa kali melewati kesulitan demi kesulitan. Ah, itu bunga-bunga hidup bukan? Mari kita nikmati saja.

Saya percaya ketika ingin naik kelas, harus melewati ujian. Di situlah posisi ketika kita diuji. Hanya sekadar buat naik kelas saja. Bisa jadi, hasil ujian buruk dan berada di kelas yang sama, bisa jadi pula naik kelas berikutnya.

Tahun depan, masih ada draf novel yang belum rampung hingga kini. Saya masih mengerjakannya pelan-pelan. Banyak harapan yang belum rampung tahun ini akan dikerjakan tahun depan. Termasuk rumah saya yang masuk dalam program multi years itu.

Selain itu, saya berencana menulis dua draf buku, yaitu Politik Media dan Menulis Kreatif. Saya tentu akan menulis bersama penulis lainnya untuk dua buku ini.

Tentu, semua hal-hal itu tak akan tercapai, jika sang pencipta tak mengizinkannya. Saya hanya merancang saja, Tuhan lah yang menentukannya. Semua rezeki dan karunia sang pencipta itu bukti kebaikan Tuhan pada saya.

Baiklah. Saya tentu berharap banyak untuk kebaikan saya, keluarga saya dan pembaca semua. Semoga tahun depan, kita baik-baik saja, diberkahi dan diberi jalan terbaik oleh sang pencipta. Amin.

Masriadi Sambo | 29 Desember 2017

CATATAN

Buku Pengantar Jurnalisme Multiplatform itu nantinya bisa dibeli via SBD. Harga termasuk ongkos kirim. Silakan dipesan dulu.

 

You may be interested

Senja di Taman Ngieng Jioh
TRAVEL
0 shares24 views
TRAVEL
0 shares24 views

Senja di Taman Ngieng Jioh

masriadisambo - Agu 04, 2018

Senja hampir saja tiba ketika saya mengunjungi Taman Ngieng Jioh, Desa Blang Payang, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Namun, di…

Puspiptek, TIK dan Tertib Administrasi
KOLOM
0 shares18 views
KOLOM
0 shares18 views

Puspiptek, TIK dan Tertib Administrasi

masriadisambo - Jul 30, 2018

Masriadi MASALAH klasik yang dihadapi birokrasi kita dikenal dengan sebutan birokrasi kura-kura. Kalimat itu menggambarkan begitu lambannya proses birokrasi pemerintahan…

Buku Baru, Jurnalisme Multiplatform
BUKU
0 shares175 views
BUKU
0 shares175 views

Buku Baru, Jurnalisme Multiplatform

masriadisambo - Mar 08, 2018

DUA jurnalis asal Aceh, Jafaruddin Yusuf (Harian Serambi Indonesia) dan Masriadi Sambo (Kompas.com) yang juga dosen Ilmu Komunikasi, Universitas Malikussaleh,…

Leave a Comment

Your email address will not be published.