Header Ad

Uji Ketangguhan Golkar

18 Desember 2017
1 Shares 51 Views

Masriadi Sambo

Pengajar Ilmu Komunikasi, Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh

AIRLANGGA Hartanto resmi memimpin Partai Golongan Karya (Golkar) menggantikan Setya Novanto yang kini sedang berjuang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Golkar dalam waktu dekat akan mensahkan Airlangga sebagai ketua umum terpilih.

Menteri Perindustrian dalam kabinet Joko Widodo-Jusuf Kalla itu memiliki segudang pekerjaan rumah. Mulai menyiapkan konsolidasi internal, pemulihan citra partai hingga tantangan pada Pemilihan Umum (Pemilu) serentak, pemilihan legislatif dan pemilihan presiden 2019 mendatang.

Tidak mudah bagi politisi asal Surabaya itu memulihkan citra partai. Apalagi drama kasus hukum Setya Novanto, dari saat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi tersangka dan berakhir di rumah sakit, hingga insiden menabrak tiang listrik plus terakhir mengalami diare dan diam saat menjalani persidangan di pengadilan.

Drama itu menimbulkan sudut pandang negatif publik bagi partai secara umum. Publik tentu jenuh dengan drama demi drama yang tak kunjung tuntas itu. Kondisi ini, akan berdampak pada perolehan suara Golkar setidaknya dalam waktu dekat pemilihan kepala daerah 2018.

Airlangga perlu sesegera mungkin melakukan konsolidasi internal untuk menghadapi Pilkada yang diikuti 171 daerah itu. Rinciannya 17 provinsi, 39 kota dan 115 kabupaten se tanah air. Apalagi, pergesekan dukungan telah diwariskan Setya Novanto semisal dalam kasus dukungan untuk calon gubernur Jawa Barat.

Setya memberikan dukungan pada Ridwan Kamil, di sisi lain, Ketua DPD I Golkar, Dedy Mulyadi juga hendak maju, namun Golkar tak mengusungnya dalam kontestasi lima tahunan di provinsi itu. Padahal, Jawa Barat menjadi salah satu tolok ukur untuk raihan suara nasional seluruh partai.

Duka yang ditinggalkan bagi kader Golkar Jawa Barat oleh Setya harus segera dipulihkan. Opsi lain, Golkar bisa bernegosiasi memilih wakil gubernur dari kader sendiri berpasangan dengan Ridwan Kamil.

Rebranding 

Pekerjaan rumah lainnya melakukan rebranding untuk partai berigin. Airlangga harus ingat bahwa partai itu hanya meraih 14 persen suara lebih dalam dua Pemilu terakhir. Mendongkrak suara dan menambah kursi legislatif dua tahun mendatang dibutuhkan strategi, terukur dan dapat diperkirakan dampaknya.

Publik tentu ingin Golkar tampil baru. Hal ini bisa dibuktikan Airlangga dengan secepat mungkin mundur dari kursi menteri. Apalagi, Presiden Joko Widodo telah menegaskan seluruh ketua umum partai tak dibolehkan menjabat menteri. Memilih mundur dari menteri akan menambah citra positif untuk Airlangga pribadi dan Golkar secara lembaga. Publik akan yakin, bahwa Airlangga komit pada “aturan” yang berlaku di istana. Bukankah politik soal citra dan komitmen yang bisa dilihat oleh publik?

Pembersihan Kader

Cara lain yang bisa dilakukan Airlangga yaitu mencanangkan partai itu diisi oleh individu berintegritas, jujur dan tak tersangkut kasus hukum apalagi kasus korupsi. Kebencian publik pada korupsi mencapai taraf klimaks. Ditambah, pemilih terbesar yaitu generasi mileneal mulai kehilangan kepercayaan pada partai politik. Sesungguhnya kondisi ini bukan hanya dialami oleh Golkar. Namun juga dialami oleh partai lainnya.

Untuk itu, Golkar butuh tampil sebagai pelopor sebagai partai berintegritas. Caranya, Airlangga tampaknya harus benar-benar memilih politisi berintegritas dalam jajaran kabinetnya. Jangan sampai muncul nama-nama yang tersangkut kasus hukum. Jika hal ini terjadi, maka rasa apatis publik akan semakin bertambah, dan risikonya alih-alih mendongkrak raihan suara, bisa jadi raihan Golkar terjun bebas dalam Pilkada 2018 dan Pemilu/Pilpres 2019 mendatang.

Komitmen lainnya, Airlangga harus membuat regulasi tertulis soal kader yang terlibat korupsi. Ada baiknya, Airlangga berani memecat kader yang terjerat kejahatan luar biasa seperti narkoba, korupsi dan lain sebagainya. Pemberhentian ini merupakan entitas Golkar untuk membuktikan diri pada publik bahwa mereka telah berubah.

Melihat dukungan dari para sesepuh Golkar terhadap Airlangga, tampaknya langkah pembersihan kader bermasalah tak akan sulit dilakukan. Tinggal lagi, butuh komitmen dan keberanian Airlangga untuk melakukannya. Tak ada pilihan bagi partai ini selain berubah dan berbenah. Tentu mengembalikan kepercayaan publik butuh waktu, namun terukur dan dapat dilihat lewat aksi nyata, bukan sebatas wacana lewat media massa.

Pada bagian lain, Airlangga harus mewajibkan seluruh politisi yang duduk diparlemen dari DPR RI/DPRD untuk bekerja nyata pada rakyat. Bukan sebatas turun ke bawah ketika menjelang pemilu tiba.

Fungsi partai sebagai penyambung lidah rakyat harus benar-benar dijalankan. Formulasinya, setiap fraksi Golkar membuat posko pengaduan keluhan rakyat, di sana lah rakyat mengeluh duka dan luka, dan para politisi membantu mencarikan penawarnya. Kerja nyata seperti ini diperlukan mengingat target utama adalah membawa Golkar sebagai partai pemenang Pilkada dan Pemilu mendatang. Langkah strategi jenis ini perlu dilakukan, agar pemilih mengakui bahwa politisi Golkar benar-benar berpihak pada mereka. Bukan sebaliknya, berpihak pada kelompok semata.

Kini, saatnya publik menguji ketangguhan Airlangga dan Golkar. Tampil berbeda, atau masih seperti sebelumnya, terjerat dalam bayang-bayang masa lalu sebagai partai dengan tampilan drama dalam sidang tindak pidana korupsi. Mari menunggu aksi nyata para politisi Golkar dibawah komando Airlangga Hartanto.

 

You may be interested

Buku Baru, Jurnalisme Multiplatform
BUKU
0 shares150 views
BUKU
0 shares150 views

Buku Baru, Jurnalisme Multiplatform

masriadisambo - Mar 08, 2018

DUA jurnalis asal Aceh, Jafaruddin Yusuf (Harian Serambi Indonesia) dan Masriadi Sambo (Kompas.com) yang juga dosen Ilmu Komunikasi, Universitas Malikussaleh,…

PR Pembangunan Aceh Utara
KOLOM
0 shares31 views
KOLOM
0 shares31 views

PR Pembangunan Aceh Utara

masriadisambo - Mar 08, 2018

Masriadi Sambo Dosen Ilmu Komunikasi, Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh Utara.   ESTAFET kepemimpinan di Kabupaten Aceh Utara resmi dilanjutkan oleh…

Relasi Tiga Penyokong Pendidikan
KOLOM
0 shares71 views
KOLOM
0 shares71 views

Relasi Tiga Penyokong Pendidikan

masriadisambo - Mar 07, 2018

@masriadi MURID TK Bunda berfoto bersama dengan para guru dan kepala sekolah. SATU hari saya menerima undangan dari Taman Kanak-kanak…

Leave a Comment

Your email address will not be published.