Header Ad

Energi Terakhir Abu Doto

16 Maret 2017
124 Views

 

SETELAH dipastikan gagal pada pemilihan kepala daerah, 15 Februari 2017 lalu, Zaini Abdullah, akrab disapa Abu Doto kembali memimpin Aceh. Setelah lelah berkampanye keliling bumi syariat itu, Abu Doto kembali ke pendopo. Sejatinya,kembali untuk rehat. Sisa energi yang ada dipusatkan untuk mengemudi bus beberapa bulan lagi. Bus pembangunan Aceh harus dilanjutkan, sembari menunggu gubernur baru masuk ke pendopo.

Namun, siapa sangka, Abu Doto ternyata memiliki energi yang luar biasa. Sesaat setelah menghabiskan masa cuti kampanye, Abu Doto langsung menggebrak. Ihwal pertama adalah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe.

Abu Doto memprotes diktum dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 5 Tahun 2017 tentang Kawasan Ekonomi Khusus Arun Lhokseumawe yang ditanda tangani Presiden Jokowi pada 17 Februari 2017.

Belum selesai soal KEK Arun Lhokseumawe, Abu Doto pun kembali merombak kabinet. Sesuatu yang kerap dilakukan selama memimpin. Terlepas debat landasan hukum yang digunakan dalam mutasi pejabat 10 Maret 2017 lalu, tampaknya Abu Doto menguras energi luar biasa.

Pasalnya, 18 pejabat eselon II yang dicopot melakukan perlawanan. Membawa mutasi itu ke Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, serta Komite Aparatus Sipil Negara RI.

Tentu, lembaga pusat itu akan mengklarifikasi aduan para pejabat daerah ini. Di sisi lain, stabilitas politik goyang. DPR Aceh bereaksi, memanggil gubernur dan debat panjang di media tak bisa dihindari.

Idealnya, energi Abu Doto yang begitu besar bisa digunakan mempercepat pembangunan Aceh tiga bulan ke depan. Ingat, masa jabatan segera berakhir. Tampaknya, tak elok menguras energi terlalu besar di akhir jabatan. Toh, pada akhirnya, energi itu tak berdampak pada rakyat. Jangan sampai, tiga bulan ini, rakyat disuguhkan tentang energi mubazir Abu Doto. Debat hukum mutasi yang kian panjang dan tak kunjung berakhir.

Jika pun hingga akhir jabatan Abu Doto masih terjadi debat panjang, itu tentu pilihan politik dan sikap Abu Doto. Sayangnya, itu adalah energi terakhirnya. Sebelum lengser dari singgasana Aceh satu. | MASRIADI SAMBO

 

You may be interested

Di Tengah Desing Mesiu 
CATATAN
0 shares7 views
CATATAN
0 shares7 views

Di Tengah Desing Mesiu 

masriadisambo - Nov 09, 2018

  CERPEN : Masriadi Sambo |Republika | 4 November 2018   Kami duduk selonjor di teras rumah, setelah berziarah, ke…

MALANG [2]  Sehari Metik Apel di Kota Batu
TRAVEL
0 shares13 views
TRAVEL
0 shares13 views

MALANG [2] Sehari Metik Apel di Kota Batu

masriadisambo - Okt 25, 2018

Minggu, langit Kota Malang begitu cerah. Jam menunjukan pukul 08.00 WIB, ketika rombongan kami menumpangi bus pariwisata mulai bergerak dari…

MALANG [1]   Menyesap Oksigen, Menikmati Musik
CATATAN
0 shares30 views
CATATAN
0 shares30 views

MALANG [1] Menyesap Oksigen, Menikmati Musik

masriadisambo - Okt 22, 2018

UDARA dingin membakap Kota Malang, Sabtu (20/10/2018). Kami menyusuri Kota Malang menuju Jalan Sidomakmur, No 86, Letak Sari, Mulyoagung, Dau,…

Leave a Comment

Your email address will not be published.