Header Ad

Energi Terakhir Abu Doto

16 Maret 2017
97 Views

 

SETELAH dipastikan gagal pada pemilihan kepala daerah, 15 Februari 2017 lalu, Zaini Abdullah, akrab disapa Abu Doto kembali memimpin Aceh. Setelah lelah berkampanye keliling bumi syariat itu, Abu Doto kembali ke pendopo. Sejatinya,kembali untuk rehat. Sisa energi yang ada dipusatkan untuk mengemudi bus beberapa bulan lagi. Bus pembangunan Aceh harus dilanjutkan, sembari menunggu gubernur baru masuk ke pendopo.

Namun, siapa sangka, Abu Doto ternyata memiliki energi yang luar biasa. Sesaat setelah menghabiskan masa cuti kampanye, Abu Doto langsung menggebrak. Ihwal pertama adalah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe.

Abu Doto memprotes diktum dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 5 Tahun 2017 tentang Kawasan Ekonomi Khusus Arun Lhokseumawe yang ditanda tangani Presiden Jokowi pada 17 Februari 2017.

Belum selesai soal KEK Arun Lhokseumawe, Abu Doto pun kembali merombak kabinet. Sesuatu yang kerap dilakukan selama memimpin. Terlepas debat landasan hukum yang digunakan dalam mutasi pejabat 10 Maret 2017 lalu, tampaknya Abu Doto menguras energi luar biasa.

Pasalnya, 18 pejabat eselon II yang dicopot melakukan perlawanan. Membawa mutasi itu ke Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, serta Komite Aparatus Sipil Negara RI.

Tentu, lembaga pusat itu akan mengklarifikasi aduan para pejabat daerah ini. Di sisi lain, stabilitas politik goyang. DPR Aceh bereaksi, memanggil gubernur dan debat panjang di media tak bisa dihindari.

Idealnya, energi Abu Doto yang begitu besar bisa digunakan mempercepat pembangunan Aceh tiga bulan ke depan. Ingat, masa jabatan segera berakhir. Tampaknya, tak elok menguras energi terlalu besar di akhir jabatan. Toh, pada akhirnya, energi itu tak berdampak pada rakyat. Jangan sampai, tiga bulan ini, rakyat disuguhkan tentang energi mubazir Abu Doto. Debat hukum mutasi yang kian panjang dan tak kunjung berakhir.

Jika pun hingga akhir jabatan Abu Doto masih terjadi debat panjang, itu tentu pilihan politik dan sikap Abu Doto. Sayangnya, itu adalah energi terakhirnya. Sebelum lengser dari singgasana Aceh satu. | MASRIADI SAMBO

 

You may be interested

Buku Baru, Jurnalisme Multiplatform
BUKU
0 shares150 views
BUKU
0 shares150 views

Buku Baru, Jurnalisme Multiplatform

masriadisambo - Mar 08, 2018

DUA jurnalis asal Aceh, Jafaruddin Yusuf (Harian Serambi Indonesia) dan Masriadi Sambo (Kompas.com) yang juga dosen Ilmu Komunikasi, Universitas Malikussaleh,…

PR Pembangunan Aceh Utara
KOLOM
0 shares31 views
KOLOM
0 shares31 views

PR Pembangunan Aceh Utara

masriadisambo - Mar 08, 2018

Masriadi Sambo Dosen Ilmu Komunikasi, Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh Utara.   ESTAFET kepemimpinan di Kabupaten Aceh Utara resmi dilanjutkan oleh…

Relasi Tiga Penyokong Pendidikan
KOLOM
0 shares71 views
KOLOM
0 shares71 views

Relasi Tiga Penyokong Pendidikan

masriadisambo - Mar 07, 2018

@masriadi MURID TK Bunda berfoto bersama dengan para guru dan kepala sekolah. SATU hari saya menerima undangan dari Taman Kanak-kanak…

Leave a Comment

Your email address will not be published.