Header Ad

Tangan-tangan Terampil di Kertas Suara

3 Februari 2017
83 Views

Kaum ibu dan ayah berkumpul. Matanya menatap kertas. Serius. Tangannya cekatan berada di kertas suara. Merekalah salah satu yang berjasa dalam pesta demokrasi nusantara.

PULUHAN tenaga kerja lepas meriung di ruang rapat Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Utara di Lhokseumawe, Jumat (3/2/2017). Hari itu mereka melipat kertas suara untuk calon gubernur dan wakil gubernur, sehari sebelumnya mereka rampung melipat kertas suara calon bupati dan wakil bupati Aceh Utara.

Tangan-tangan mereka terlatih melipat kertas suara. Sangat cepat dan teliti. Dalam sehari, rata-rata mereka bisa melipat 2.500-3.000 kertas suara. “Lumayan, buat tambah-tambah uang jajan anak sekolah,” kata Army, salah seorang pekerja pelipat kertas suara.

Setelah melipat kertas suara, Army mendudukinya sebentar. Tujuannya, agar kertas suara rapi dan mudah diikat. Dalam satu ikatan terdapat 25 lembar kertas suara.

“Saya bisa lipat sampai 3.000 kertas suara,” katanya sambil tersenyum. Meski bicara, tangannya tetap melipat kertas. Bahkan, dia sudah hapal, dan tak perlu melihat lagi ke arah kertas.

Dua brimob lengkap dengan senjata api laras panjang, menjaga proses pelipatan itu. Sesekali, petugas dari Panitia Pengawas Pemilihan Aceh Utara datang melihat.

Komisioner KIP Aceh Utara, Ayi Jufridar menyebutkan mereka dibayar sebesar Rp 200 per hari. Artinya, Army bisa menerima uang sebesar Rp 600.000. Biaya yang terbilang besar untuk dikerjakan sehari. “Saya mulai jam 08.00 pagi hingga pukul 18.00 WIB sore. Istirahat hanya untuk makan siang dan salat,” kata warga Kampung Jawa Lama, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe itu.

“Sebagian petugas lipat suara juga dari mahasiswa. Honornya lumayan buat tambahan uang kuliah,” kata Ayi.

Sementara itu, Ketua KIP Aceh, Ridwan Hadi menyebutkan saat ini proses distribusi kertas dan kota suara serta peralatan pungut hitung suara telah rampung untuk Pilkada serentak 15 Februari 2017 mendatang.

“Untuk calon gubernur kita cetak 3.431.582 lembar sesuai daftar pemilih tetap Provinsi Aceh. Jumlah ini ditambah 2,5 persen sesuai ketentuan undang-undang,” katanya.

Untuk Aceh, terdapat 23 kabupaten/kota yang menggelar Pilkada serentak ditambah untuk gubernur. Dia menargetkan 10 Februari atau lima hari sebelum pencoblosan persoalan kertas suara, bilik suara dan lain sebagainya telah rampung di seluruh Aceh.

Nah, kesuksesan Pilkada Aceh kini berada ditangan-tangan terampil pelipat kertas suara. Mereka terus berpacu, mengejar waktu agar kertas itu bisa didistribusikan ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) tepat waktu. Sehingga, rakyat Aceh bisa mecoblos pemimpinnya pada 15 Februari mendatang.

“Kami imbau masyarakat datang ke TPS memberikan hak pilihnya,” pungkas Ridwan. |MASRIADI SAMBO

You may be interested

Di Tengah Desing Mesiu 
CATATAN
0 shares7 views
CATATAN
0 shares7 views

Di Tengah Desing Mesiu 

masriadisambo - Nov 09, 2018

  CERPEN : Masriadi Sambo |Republika | 4 November 2018   Kami duduk selonjor di teras rumah, setelah berziarah, ke…

MALANG [2]  Sehari Metik Apel di Kota Batu
TRAVEL
0 shares13 views
TRAVEL
0 shares13 views

MALANG [2] Sehari Metik Apel di Kota Batu

masriadisambo - Okt 25, 2018

Minggu, langit Kota Malang begitu cerah. Jam menunjukan pukul 08.00 WIB, ketika rombongan kami menumpangi bus pariwisata mulai bergerak dari…

MALANG [1]   Menyesap Oksigen, Menikmati Musik
CATATAN
0 shares30 views
CATATAN
0 shares30 views

MALANG [1] Menyesap Oksigen, Menikmati Musik

masriadisambo - Okt 22, 2018

UDARA dingin membakap Kota Malang, Sabtu (20/10/2018). Kami menyusuri Kota Malang menuju Jalan Sidomakmur, No 86, Letak Sari, Mulyoagung, Dau,…

Leave a Comment

Your email address will not be published.